Pernah gak sih ngerasa jualan di marketplace belakangan ini makin berat ? Potongan biaya admin dan layanan perlahan makin mahal, belum lagi aturan-aturan baru yang sering berubah dan berbagai masalah sistem yang bikin pusing kepala.

Memang tidak bisa dimungkiri, marketplace adalah tempat yang bagus untuk mencari traffic dan pembeli baru. Tapi, kalau usahamu 100% bergantung di sana, rasanya seperti menumpang di rumah orang, kapan saja tuan rumah mengubah aturan, kita tidak punya pilihan selain ikut.

Jika kamu ingin bisnismu berumur panjang dan punya margin keuntungan yang lebih sehat, sudah saatnya kamu mulai membuka peluang penjualan baru di luar ekosistem marketplace. Tenang, kamu tidak harus langsung berhenti dari marketplace saat ini juga. Mulailah perlahan dengan beberapa tips ringan dan mudah berikut ini:

Social Media Proof

1. Samakan Nama Toko di Semua Platform (Sederhana tapi Krusial!)

Ini adalah satu tips yang terdengar sangat sepele, tapi faktanya banyak sekali yang tidak melakukan ini. Pastikan nama tokomu sama persis antara nama toko fisik (jika ada), titik di Google Maps, dan di seluruh akun media sosial (Instagram, TikTok, Facebook, dll).

Kenapa ini penting? Ketika pembeli di marketplace merasa puas dan ingin mencari tahu lebih lanjut tentang tokomu di Google atau sosmed, mereka tidak akan kesulitan menemukan aslinya. Nama yang konsisten akan membangun brand awareness dan rasa percaya pelanggan untuk bertransaksi di luar marketplace.

2. Kumpulkan Database Pelanggan Setia

Mulai sekarang, jangan biarkan pembeli datang dan pergi begitu saja. Kumpulkan data pelangganmu, misalnya nomor WhatsApp. Kamu bisa menyelipkan kartu ucapan terima kasih di dalam paket yang berisi nomor WA Customer Service untuk klaim garansi, bantuan produk, atau info diskon. Dengan punya kontak langsung, kamu bisa mem- broadcast promo atau produk baru tanpa harus bersaing dengan ribuan toko lain di hasil pencarian marketplace.

3. Berikan Insentif untuk Transaksi Langsung

Biaya layanan marketplace yang makin mahal sebenarnya memakan margin keuntunganmu. Nah, kamu bisa mengalihkan sebagian dari "biaya admin" tersebut menjadi diskon atau subsidi ongkir khusus bagi pelanggan yang mau bertransaksi langsung (di luar marketplace). Edukasi pembelimu secara halus: "Kak, orderan berikutnya kalau langsung via web/WA kita, ada diskon khusus lho!"

4. Aktif Bangun Interaksi di Media Sosial

Jangan jadikan media sosial hanya sebagai katalog produk yang kaku. Buatlah konten yang menarik—seperti proses packing barang, behind the scenes usahamu, tips penggunaan produk, atau sesi live streaming. Pelanggan yang menyukai konten dan interaksimu akan merasa lebih dekat secara emosional dan cenderung tidak keberatan untuk berbelanja langsung kepadamu.


Saatnya Mulai Membuat Website Toko Online di Selly Commerce

Langkah paling jitu untuk benar-benar lepas dari ketergantungan marketplace adalah dengan memiliki "rumah" atau platform jualanmu sendiri.

Build Website With Selly

Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai membuat website toko online di Selly Commerce. Dengan memiliki website sendiri (lengkap dengan custom domain namatokomu.com), tokomu akan terlihat jauh lebih profesional dan kredibel di mata pembeli.

Langkah awalnya sangat mudah: buat toko online-mu di Selly Commerce, lalu tautkan link web kamu di bio semua media sosialmu. Perlahan-lahan, arahkan para loyal customer yang biasanya berbelanja di marketplace untuk mulai bertransaksi lewat website kamu sendiri.

Dengan Selly Commerce, kamu memegang kendali penuh atas tokomu, tidak perlu lagi pusing memikirkan potongan admin yang terus mencekik, dan bisa fokus membesarkan brand-mu sendiri. Yuk, ambil langkah mandirimu hari ini!